Ilustrasi artistik · ImageGenInterpretasi artistik; rupa historis tidak diketahui.
PERJALANAN KISAH
5 bab. Satu perjalanan.
Jelajahi satu per satu, atau putar kisah untuk berpindah bab setiap 12 detik.
Ilustrasi artistik · ImageGenImajinasi artistik berdasarkan kisah; bukan rekonstruksi peristiwa.
01 / 05Pelayanan Yesus
Dari jala menuju panggilan
Kitab Suci
Markus 1:16–20 menggambarkan Simon dan Andreas meninggalkan pekerjaan menangkap ikan untuk mengikuti Yesus. Yohanes 1:40–42 menceritakan Andreas membawa Simon kepada Yesus, yang memberinya nama Kefas. Dua kisah ini memberi sudut berbeda tentang awal hubungan mereka, bukan jadwal harian lengkap.
Ilustrasi artistik · ImageGenImajinasi artistik berdasarkan kisah; bukan rekonstruksi peristiwa.
02 / 05Pelayanan Yesus
Mengakui Mesias, belajar tentang salib
Kitab Suci
Dalam Matius 16:13–23, Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, tetapi kemudian menolak gambaran Mesias yang harus menderita. Teguran Yesus menunjukkan bahwa pengakuan iman belum berarti memahami seluruh jalan sang Guru. Petrus masih harus belajar mengikuti, bukan menentukan arah.
Ilustrasi artistik · ImageGenImajinasi artistik berdasarkan kisah; bukan rekonstruksi peristiwa.
03 / 05Sengsara dan Paskah
Penyangkalan dan pemulihan
Kitab Suci
Matius 26:69–75 mencatat tiga penyangkalan Petrus dan tangisnya. Yohanes 21:15–19 menggambarkan Yesus yang bangkit menanyakan kasihnya dan mempercayakan kembali pelayanan kepadanya. Narasi ini memperlihatkan kegagalan nyata yang tidak menjadi kata terakhir dalam panggilannya.
Ilustrasi artistik · ImageGenImajinasi artistik berdasarkan kisah; bukan rekonstruksi peristiwa.
04 / 05Gereja awal
Saksi di Yerusalem dan rumah Kornelius
Kitab Suci
Kisah Para Rasul 2 menempatkan Petrus sebagai pembicara pada Pentakosta. Dalam pasal 10, perjumpaan dengan Kornelius membuka pertanyaan tentang penerimaan bangsa-bangsa lain. Kisah ini memberi jejak konkret pelayanan awal; perjalanan selanjutnya ke Roma tidak diceritakan lengkap oleh kitab tersebut.
Ilustrasi artistik · ImageGenIlustrasi simbolis untuk tradisi atau detail yang belum pasti.
05 / 05Akhir hidup · masa Nero
Kesaksian terakhir di Roma
Tradisi
Tradisi Kristen awal menempatkan kemartiran Petrus di Roma. Eusebius mengutip Origenes tentang penyaliban dengan kepala ke bawah; pengelola Basilika Santo Petrus mengaitkan situs makamnya dengan bukit Vatikan dan masa Nero. Rincian tradisi harus dibedakan dari kesaksian sezaman atau penanggalan pasti.
Pelayanan YesusIlustrasi artistik · ImageGenImajinasi artistik berdasarkan kisah; bukan rekonstruksi peristiwa.
Markus 1:16–20 menggambarkan Simon dan Andreas meninggalkan pekerjaan menangkap ikan untuk mengikuti Yesus. Yohanes 1:40–42 menceritakan Andreas membawa Simon kepada Yesus, yang memberinya nama Kefas. Dua kisah ini memberi sudut berbeda tentang awal hubungan mereka, bukan jadwal harian lengkap.
Pelayanan YesusIlustrasi artistik · ImageGenImajinasi artistik berdasarkan kisah; bukan rekonstruksi peristiwa.
Dalam Matius 16:13–23, Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, tetapi kemudian menolak gambaran Mesias yang harus menderita. Teguran Yesus menunjukkan bahwa pengakuan iman belum berarti memahami seluruh jalan sang Guru. Petrus masih harus belajar mengikuti, bukan menentukan arah.
Sengsara dan PaskahIlustrasi artistik · ImageGenImajinasi artistik berdasarkan kisah; bukan rekonstruksi peristiwa.
Matius 26:69–75 mencatat tiga penyangkalan Petrus dan tangisnya. Yohanes 21:15–19 menggambarkan Yesus yang bangkit menanyakan kasihnya dan mempercayakan kembali pelayanan kepadanya. Narasi ini memperlihatkan kegagalan nyata yang tidak menjadi kata terakhir dalam panggilannya.
Gereja awalIlustrasi artistik · ImageGenImajinasi artistik berdasarkan kisah; bukan rekonstruksi peristiwa.
Kisah Para Rasul 2 menempatkan Petrus sebagai pembicara pada Pentakosta. Dalam pasal 10, perjumpaan dengan Kornelius membuka pertanyaan tentang penerimaan bangsa-bangsa lain. Kisah ini memberi jejak konkret pelayanan awal; perjalanan selanjutnya ke Roma tidak diceritakan lengkap oleh kitab tersebut.
Akhir hidup · masa NeroIlustrasi artistik · ImageGenIlustrasi simbolis untuk tradisi atau detail yang belum pasti.
Tradisi Kristen awal menempatkan kemartiran Petrus di Roma. Eusebius mengutip Origenes tentang penyaliban dengan kepala ke bawah; pengelola Basilika Santo Petrus mengaitkan situs makamnya dengan bukit Vatikan dan masa Nero. Rincian tradisi harus dibedakan dari kesaksian sezaman atau penanggalan pasti.
Petrus tidak lahir dengan nama itu: Injil menyebut Simon. Tradisi salib terbalik dicatat Eusebius dengan mengutip Origenes, jauh setelah peristiwanya. Hindari menyebut 64 atau 67 sebagai tahun pasti.
LOKASI MASA KINI
Relikui dan tempat ingatan
Atribusi berikut mengikuti pengelola situs, bukan pengujian biologis identitas. Lokasi yang tercantum adalah pilihan, bukan daftar seluruh fragmen.
Fasad Basilika Santo Petrus, Vatikan. Tampak luar bangunan, bukan ruang makam bawah tanah.
Alvesgaspar · CC BY-SA 4.0 · Sumber foto · 19 September 2015 · Ukuran disesuaikan; dikonversi ke WebP.Vatican City · Vatikan
Basilica di San Pietro · Necropolis
Lokasi menurut sumber institusi
Situs makam yang dikaitkan dengan Petrus berada di bawah altar utama Basilika Santo Petrus. Pengelola menjelaskan monumen makam kuno dan jejak penghormatan sejak sebelum Konstantinus. Identifikasi situs dan atribusi tulang adalah pertanyaan berbeda; halaman ini tidak menyatakan pembuktian biologis identitas Petrus.